Selasa, 22 Januari 2013

SUMBAWA BERGEJOLAK DI HARI JADINYA

Hari jadi Kabupaten Sumbawa yang ke-54 (22/1) tahun 2013 ini menjadi peristiwa kelam yang seharusnya tidak perlu terjadi. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, barangkali itulah pepatah untuk menggambarkan Sumbawa di hari jadinya ini. 

Kerusuhan yang berujung pada pembakaran dan penjarahan ini bermula dari peristiwa terbunuhnya Armiati  warga Brang Rea Kecamatan Moyo Hulu. Korban meninggal dunia diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya seorang oknum polisi dari warga etnis tertentu. Sehingga pihak keluarga tidak terima akan peristiwa malang yang menimpa gadis tersebut. 

Namun sangat disayangkan, ketika massa yang awalnya menuntut agar pelaku dihukum dan diadili malah terprovokasi sehingga berujung pada tindakan anarkis dengan menghacurkan dan membakar toko-toko milik etnis tertentu. Padahal yang punya masalah hanyalah orang pribadi, tetapi yang menerima akibat justru orang-orang yang tidak tau menau akan peristiwa tersebut.

Sampai berita ini kami naikkan, terpantau oleh rekan kami beberapa bangunan/toko telah hangus terbakar. Diantara supermarket Dynasti dan Hotel Tambora yang berada di sebelah Kantor Bupati/depan RSUD Sumbawa. Peristiwa anarkis ini bahkan membuat pasien RSUD Sumbawa harus dipindahkan ke RSUD Provinsi di sumbawa karena dikhawatirkan kebakaran akan merambat ke RSUD.

Massa terus brutal dan melanjutkan aksinya hingga ke pemukiman warga dari etnis tertentu. Petugas yang tidak mampu menghalau ribuan massa tidak dapat berbuat banyak. Namun warga yang rumahnya menjadi sasaran amukan massa kini berlindung di KODIM 1607 Sumbawa. Semoga musibah ini cepat teratasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar