Senin, 23 Januari 2012

CUACA BURUK, NELAYAN AI BARI ENGGAN MELAUT

Senin, (23/1) bertepatan dengan perayaan tahun baru imlek, angin bertiup sangat kencang mengakibatkan ombak laut meninggi hingga 3 meter. Angin yang bertiup kencang sejak 3 hari lalu membuat nelayan di dusun Ai Bari Kecamatan Moyo Utara enggan melaut. Cuaca yang cepat berubah membuat langit yang sesekali cerah dengan cepat berubah menjadi mendung dan mengakibatkan hujan.

Menurut seorang nelayan yang kami temui (Bagong) warga dusun Ai Bari, “cuaca serupa dengan ini juga terjadi pada tahun lalu bersamaan dengan perayaan tahun baru cina (imlek). cuaca ekstrim seperti ini membuat kami takut dan enggan melaut karena ombak yang tinggi bisa saja menghempaskan kapal kami hingga tenggelam. Untuk itu kami terpaksa mengangkat kapal kami ke darat karena ombak yang terlalu besar bisa menghancurkan kapal-kapal kami. Selain itu, jika angin kencang bertiup seperti ini hasil tangkapan kami juga tidak bagus. Apalagi daerah tangkapan kami tidak jauh dari muara sungai moyo yang saat ini airnya sedang besar. Sehingga air menjadi keruh dan banyak batang-batang kayu yang terbawa aliran air sungai. Tentu saja hal itu bisa membuat jaring-jaring menjadi rusak tersangkut batang-batang kayu tersebut” tambahnya.

Akibat kencangnya angin dan kerasnya ombak yang menghantam bibir pantai, warga juga mejadi hawatir akan terjadinya abrasi. Untuk itu warga sengaja mengambil batu-batu karang kemudian digunakan untuk menghadang air laut supaya tidak terjadi pengikisan pasir pantai. Melihat kondisi ini, sekiranya pemerintah melakukan langkah-langkah untuk membuat tanggul penahan air laut di pantai ai bari. Sehingga abrasi yang setiap tahunnya terjadi tidak semakin parah. Padahal pantai ai bari memiliki daya tarik yang cukup menjanjikan jika dikelolah menjadi tempat wisata. (jul)**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar