Selasa, 11 Oktober 2011

PEKAN BUDAYA SAMAWA RESMI DIBUKA

Pekan Budaya Samawa (PBS) kembali di gelar. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini menjadi wahana pelestarian budaya samawa (Sumbawa) dan mempunyai nilai strategis bagi kehidupan Tau (orang) dan tana samawa dalam membangun daerahnya.


Pekan Budaya Samawa (PBS) yang ke XIV ini selasa malam (11/10), resmi dibuka oleh bupati Sumbawa bapak Drs. H. Jamaluddin Malik. Selain bupati Sumbawa yang akrab disapa dengan (JM), juga hadir dalam pembukaan ini Sultan Sumbawa “Sultan Muhammad Kaharuddin IV”. Dalam sambutannya masing-masing, Bupati dan Sultan Sumbawa memiliki visi yang selaras dalam membangun tana samawa menjadi lebih baik ke depannya. Sehingga Sumbawa bukan hanya mampu menyamakan diri dengan daerah-daerah lain, bahkan melebihi daerah lain di Indonesia dalam segala bidang. Karena menurut bupati Sumbawa bahwa kebudayaan Sumbawa bukan saja beragam tetapi juga kebudayaan Sumbawa sesungguhnya luhur dan berasal dari sang pencipta. Hal ini bisa kita lihat dari kata SAMAWA yang berasal dari bahasa Arab “ASSAMAWATI” yang artinya langit atau berasal dari langit (pemberian luhur dari sang pencipta).

Kemudian Samawa (diucapkan dengan tekanan pada akhir ucapan) mengacu pada sikap tau samawa yang selalu memberi bawaan (oleh-oleh) kepada tamu yang datang baik kepada kerabat, sahabat ataupun orang lain yang mengunjunginya. Artinya, Sawama mencoba berungkap tentang keramahtamahan, persaudaraan dan kekeluargaan, tambah JM. Untuk itu, melalui PBS tahun ini diharapkan dapat membangkitkan kembali nilai-nilai luhur kebudayaan Sumbawa, dan ini akan menjadi modal sangat besar terhadap pembangunan di kabupaten Sumbawa.

Sultan Sumbawa dalam sambutannya, juga menekankan pada esensi dari kebudayaan tau dan tana samawa. Bahwa tau dan tana samawa sebagai kelompok etnis pemeluk islam yang taat, maka seluruh adat istiadat dan budayanya bersumber dan berpedoman kepada nilai-nilai islam yakni Al-qur’an dan hadist. Sebagaimana ungkapan falsafah budaya samawa “ADAT BARENTI KO SYARA’, SYARA’ BARENTI KO KITABULLAH” (adat berpegang teguh kepada hukum, dan hukum berpegang kepada Al-qur’an). Untuk itu sudah sepantasnya tau samawa bangkit untuk membangun daerahnya dengan semangat spiritual yang tinggi.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penampilan peserta PBS dari 4 kecamatan (Kecamatan Sumbawa, Lenangguar, Plampang dan Alas Barat). Masing-masing kecamatan membawakan materi yang diperlombakan dalam PBS ini, yaitu Tarian daerah kreasi baru, ratib rebana ode, ngumang dan pemilihan taruna dadara samawa.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 11 s.d 15 Oktober 2011 yang bertempat di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar. Antusiasme masyarakat Sumbawa terhadap PBS tahun ini sangat besar. Dari 24 kecamatan semuanya turut serta meramaikan pestival budaya ini.

Gempar Sumbawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar