Jumat, 04 Juni 2010

SPEEDY MASUK DESA





Bukan hanya ABRI masuk desa yang selama ini sering kita dengar. Internet pun telah masuk ke desa.
Kamis, 3 Juni 2010 pemasangan perangkat Speedy telah rampung. Komunitas kampung media “gempar” pun bersorak ria. Karena akses mudah telah tersedia untuk mendapatkan layanan internet. Terutama bagi teman-teman komunitas kampung media lebih mudah untuk memposkan berita. Setelah sekian lama menunggu realisasi program pemerintah provinsi NTB melalui Dishubkominfo, akhirnya internet masuk desa juga.


Sekitar 1 jam lebih petugas dari TELKOM Sumbawa bergelantungan di atas atap dan pepohonan untuk memasang perangkat speedy. Proses pemasangannya tidak berlangsung terlalu lama.
Pucuk dicinta ulampun tiba…. Inilah suasana hati teman-teman komunitas menyambut pemasangan speedy. Tanpa bersabar dan tidak mau menunggu lama, teman-teman “gempar” langsung mencoba untuk menggunakan speedy. Sayanganya listrik mati…mati…mati… dan mati…
Dari petugas TELKOM yang memasang perangkat speedy, kami mencoba memperoleh secarik keterangan, tentang penggunaan speedy.
Pak Wahab menuturkan “Modum yang telah terpasang langsung dapat digunakan asalkan listrik tetap menyala. Namun bukan hanya menyala di lokasi rumah tempat pemasangan speedy ini saja, namun bila listrik di wilayah pemancar Telkom yang tepatnya berada di Kecamtan Batu Lanteh listriknya juga mati. Maka otomatis perangkat speedy tidak dapat mengakses internet”.
Padahal jadwal mati lampu di kecamatan Moyo Hilir dan Kecamatan Batu Lanteh tidak bersamaan. Jadi besar kemungkinan listrik akan menjadi kendala utama dalam penggunaan speedy.

Apa boleh buat…. Hanya kata itu yang serempak keluar dari teman-teman kampung media “Gempar”. Namun bagi kami, ORANG YANG INGIN SUKSES ADALAH ORANG YANG MEMPUNYAI BANYAK CARA, BUKAN BANYAK ALASAN.

Selanjutnya, tantangan cukup berat menanti di depan. Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pihak TELKOM yang telah berupaya menyediakan layanan internet. Dengan adanya program ini kami yakin bahwa informasi dan perhatian pemerintah tidak hanya berlaku dan di rasakan di kota saja tapi kini masyarakat desa bisa lebih muda mengaksesnya.Ini adalah sebuah bukti dan komitmen dari pemerintah yang ingin mendengar tangisan dan keluhan dari masyarakat yang masih kurang mendapatkan perhatian.
Sekarang “gempar” akan berupaya semaksimal mungkin membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan dan mendapatkan informasi yang up to date. Sekali lagi kami ucapkan dari hati yang terdalam kepada pemerintah provinsi NTB dan TELKOM “JAZAKUMULLAHU KHAIRAN KATSIRAN” …..

Gempar Sumbawa...

2 komentar:

  1. wah asik ni,,boleh dong coba2....

    BalasHapus
  2. dpikir2 ironis juga..speedy msk desa tapi listriknya yg gak siap. itu artinya, ada kkurangan saat studi lapangan. klo speedy ga kpake ya percuma, itu namanya buang2 uang negara saja. klo sampai 1 tahun listrik msh ga bisa dukung, brarti itu namanya program gagal

    BalasHapus