Selasa, 02 Maret 2010

NASIB GTT MOYOHILIR - SUMBAWA


Guru merupakan salah satu faktor penentu kualitas pendidikan di negara ini, sehingga banyak orang ramai-ramai ingin menjadi seorang guru. Selain karena penghasilannya yang cukup, menjadi seorang guru memiliki nilai sosial yang tinggi di dalam masyarakat. Pemerintah dalam hal ini melihat ada nilai positif. Sehingga banyak dibuka Perguruan Tinggi dengan program yang disesuaikan dengan kebutuhan guru.
Padahal, kebutuhan guru di Kabupaten Sumbawa yang disesuaikan dengan guru yang akan pensiun, tidak sebanding dengan jumlah orang yang mandaftar menjadi guru. Sehingga banyak Guru Tidak Tetap (GTT) yang tetap bertahan di sekolah-sekolah. Terutama di Sekolah Dasar Negeri maupun swasta, berharap mereka segera akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Di dalam penjelasannya, Kepala Seksi MPTK bidang SD/TK Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa Bapak Abdul Karim, pada acara sosialisasi kebijakan Menteri Pendidikan Nasional tentang keberadaan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) hari senin (1/3), yang diikuti oleh guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. Bahwa” GTT yang masih tetap menjalankan tugas mereka agar tetap dipertahankan. Karena akan terus diperjuangkan sampai menjadi Pegawai Negeri Sipil”.

Pernyataan yang disampaikan di atas, merupakan angin segar bagi GTT di Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara, sekaligus tanda tanya besar, benarkah nasib mereka akan diperjuangkan. Karena rata-rata GTT yang ada sekarang ini sudah mengabdikan diri selama lima tahun. ditambah lagi dengan biaya kuliah yang sudah mereka keluarkan untuk menyelesaikan kuliah S.1 cukup besar. Rata-rata GTT yang ada saat ini kuliah di PGSD UT program pemerintah pula.

Tambahnya lagi “GTT yang dianggap murni adalah Guru yang mengisi kekosongan guru disuatu satuan pendidikan. Bagi GTT Murni ini berhak mendapatkan subsidi sebesar Rp. 200.000.-/bulan dari Pemerintah Daerah. Tetapi harus memiliki beban mengajar atau tatap muka sebanyak 24 jam dalam satu minggu”.

Sementara realita dilapangan, GTT Murni yang dimaksud di atas, jauh dibawah jumlah GTT yang terdapat di seluruh SD se-Kabupaten Sumbawa. Artinya, Guru tidak tetap yang masih mengajar, tetapi jam tatap muka di bawah 24 jam dalam satu minggu bakal tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. Mereka hanya mengandalkan Honor dari Biaya Operasional Sekolah (BOS) sebagai tenaga pelatih atau tutor bukan sebagai guru.

Harapan kedepan, GTT yang telah mengabdi sekian tahun, agar dapat segera diperhatikan nasibnya.

GEMPAR.....

Senin, 01 Februari 2010

PENDIDIKAN BERBASIS ICT


PENDIDIKAN DAN ICT.....

Gagasan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai media, yang salah satu diantaranya melalui ICT mendapatkan respon luarbiasa dari kalangan pendidik (guru) maupun siswa. 14-18 Desember 2009 lalu, kegiatan pelatihan ICT di Gugus I SD/MI Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, diikuti oleh guru-guru dengan begitu antusias dan semangat yang luar biasa....
Gerakan pemerintah dalam rangka memberantas gagap teknologi, bukan hanya sekedar sebuah wacana ataupun program kerja saja, namun ke depan akan berubah menjadi kebutuhan bagi dunia pengidikan. Buktinya, belum satu jam bergelut dengan komputer, peserta pelatihan ICT nampak larut hingga mereka tidak mau beranjak dari depan komputer. suguhan materi dari para tutor yang ahli, semakin menambah keseriusan mereka dalam mempelajari ICT. sungguh pengalaman yang tak terlupakan menurut pengakuan mereka.
dibalik itu semua, tentu perlu diadakan reviu, atau balikan terhadap hasil kedepan yang akan dicapai pemerintah melalui program ini. jika masih dibatasi untuk peserta yang mengikuti pelatihan tersebut hanya dari kalangan guru tertentu yang sudah menyandang kualifikasi tertentu (S.1 ,misalnya), TELAH.... menimbulkan kecemburuan sosial bagi guru-guru yang belum menyandang kualifikasi itu. padahal , rata-rata guru yang sudah berkualifikasi dan menjadi peserta pelatihan ICT tersebut daya serapnya sudah lemah karena telah berumur separuh. sehingga apa yang mereka dapatkan di pelatihan tidak dapat tersebar kepada teman-teman lain yang menunggu disekolah.
DALAM HAL INI, MANAKAH YANG LEBIH PENTING ANTARA KUALIFIKASI DENGAN HASIL YANG INGIN DICAPAI....?
TERIMA KASIH....

TITIP SALAM UNTUK : PAK FAIRUZ, BU ROSITA DAN TEMAN-TEMAN KAMPUNG MEDIA DIGITAL NTB. TERUS SEMANGAT......!!!

AKU..... "CHUNK-SBW"