Rabu, 18 Juli 2012

BELAJAR DIALAM BEBAS SEJAK DINI

REKREASI SAMBIL BELAJAR


PAUD TUNAS HARAPAN 1 Desa Berare memprogramkan rekreasi dengan tujuan memperkenalkan alam kepada anak sejak dini. Selain belajar di dalam ruangan, PAUD TUNAS HARAPAN 1 Desa Berare memilih belajar di alam bebas sebagai program tahunan agar anak-anak di usia dini dapat mengenal secara langsung bentuk dan kegunaan alam. Anak-anak yang yang melakukan perjalanan rekreasi sambil pengenalan alam sebagai salah satu program belajar tidak luput dari dorongan dan pengawasan orang tua karena di situ peran orang tua juga sangat penting.

Tujuan utama pembelajaran mereka yaitu pantai. Di pantai para anak didik di kenalkan dengan benda-benda yang berada di sekitar pantai baik yang alami seperti batu karang dan hewan-hewan laut maupun yang buatan seperti perahu yang sebelumnya sudah di kenalkan dalam bentuk miniatur dan gambar saat belajar di sekolah. Abdul wahid, S.Pd 34 tahun warga desa berare selaku pengelola PAUD memberi keterangan bahwa belajar di alam bebas dapat melatih anak didik untuk berfikir kreatif. “ program belajar di alam bebas ini di laksanakan tiap tahunnya agar anak-anak dapat mengenal alam yang tidak ada di sekitar lingkungan tinggalnya. Selain itu anak-anak juga bisa berfikir kreatif yang dalam hal ini mereka bisa menceritakan perjalanan rekreasi mereka ke dalam bentuk tulisan”.

Program pembelajaran seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan daya fikir anak sejak dini. Sekiranya pemerintah atau istansi-istansi terkait dapat mendukung program pembelajaran di alam bebas untuk anak di usia dini karena memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang dan daya fikir anak. Gempar Sumbawa***

Minggu, 15 Juli 2012

JATAH RASKIN DESA MOYO MEKAR TURUN LEBIH DARI 50%



Raskin (Beras Miskin) merupakan salah satu program Pemerintah yang langsung dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat miskin. Program ini sangat membantu mengatasi kelaparan dan kekurangan bahan makanan khususnya beras di tengah masyarakat dan merupakan salah satu program pemerintah yang dinilai sukses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun tahun ini khususnya jatah raskin untuk bulan Juni dan Juli, mengalami penerunan hingga lebih dari 50 %. Jatah raskin yang semula diterima semula 110 sak, sekarang hanya mendapat jatah cuma 48 sak. Hal ini sangat membingungkan dan menghawatirkan, ketika masyarakat sangat mengharapkan raskin ini. Di temui Sabtu (14/7) di Kantor Desa Moyo Mekar bapak Irwansyahruddin (Kades) mengungkapkan bahwa tidak hanya Desa Moyo Mekar saja mengalami penurunan jatah raskin tetapi seluruh Provinsi NTB mengalami penurun hingga 19 %. Itu disebabkan karena oleh data hasil sensus penduduk pada Tahun 2011 yang menggambarkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat NTB mengalami peningkatan, ujarnya.

Tambahnya lagi, pendataan itu tidak bisa menjadi alat ukur untuk menurunkan jatah raskin ini karena kondisi masyarakat berubah dengan berjalannya waktu. Kondisi masyarakat yang sangat nyata di tengah masyarakat adalah dimana sebagian masyarakat meminjam beras ke tetangganya terlebih dahulu dan menggantinya setelah raskin dibagikan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang mengalami gagal panen. Kondisi ini sudah saya laporkan dan komplinkan ke bagian ekonomi Kabupaten Sumbawa, semoga ada tanggapan dan dengan cepat merespon kondisi ril masyarakat, tegasnya.

Semoga tulisan ini dapat menggugah hati pemerintah dan mengerti kondisi nyata masyarakat yang sebenarnya sehingga dalam pengambilan keputusan tepat sasaran.