Kamis, 22 September 2011

PEKAN BUDAYA SAMAWA DI DEPAN MATA

SANGGAR SENI GUNUNG GALESA

SIAP SUKSESKAN PBS TAHUN 2011


Pekan budaya samawa adalah ajang pelestarian kesenian dan kebudayaan Sumbawa. Kegiatan rutin ini setiap tahunnya dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh sanggar seni yang mewakili kecamatan masing-masing. Pekan budaya samawa (PBS) yang dikemas dalam sebuah kompetisi sangat menarik minat masyarakat yang cinta terhadap kesenian dan adat istiadat samawa. Dengan materi pagelaran yang berbeda-beda setiap tahunnya, PBS semakin menambah kreatifitas seniman-seniman Sumbawa dalam mengkreasikan kesenian dan adat istiadat dengan hal-hal baru, tetapi tidak menghilangkan esensi dan kearifan lokal dari adat istiadat tersebut.

PBS tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Materi yang dilombakan sebagian besar dirubah atau diganti dengan materi lomba yang baru. Diantara materi PBS yang diganti pada tahun ini dan merupakan materi baru adalah ratib redat dan ngumang. Untuk itu sanggar seni Gunung Galesa Kecamatan Moyo Hilir sejak dini mulai berlatih dan mempersiapkan diri untuk menyukseskan PBS tahun ini. Seperti yang disampaikan oleh pelatih tari (Burhanuddin, S.Pd) bahwa pada PBS tahun ini prestasi kita harus lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu Kecamatan Moyo Hilir tidak bisa menjadi juara umum. Namun tahun ini Kecamatan Moyo Hilir harus menjadi juara umum bukan di satu mata lomba saja tetapi di seluruh mata lomba.

Pernyataan ini juga senada dengan apa yang menjadi harapan dari seluruh personel dan penata music tari dan ngumang. Menurut (Sabit Zam Zami) pria yang pernah meraih predikat pemuda pelopor bidang budaya Kab. Sumbawa tahun 2010 yang lalu, dari kesiapan dan kemampuan seluruh personel yang bergabung dalam tim kali ini, besar harapan Kecamatan Moyo Hilir akan menjadi juara umum.

PBS tahun 2011 akan dilaksanakan dari tanggal 11 s.d 15 oktober 2011. Bertempat di istana dalam loka Sumbawa besar. PBS tahun ini Diharapkan tetap menjadi ikon kebudayaan yang senantiasa menjadi cita rasa kekhasan budaya yang menyatukan perbedaan dalam keragaman adat istiadat masyarakat nusantara terlebih khusus masyarakat NTB.

Program visit Lombok Sumbawa juga telah memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan pariwisata (wisata budaya) di Sumbawa yang diharapkan mampu bersaing dengan daerah-daerah luar. Sehingga wisata budaya di Sumbawa tidak kalah menarik dari wisata budaya di daerah lain.

Senin, 12 September 2011

PENGELOLAAN DANA BOS PERLU DIPERBAIKI











PELATIHAN PENGELOLAAN DANA BOS

TINGKAT SEKOLAH/MADRASAH SE-KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2011

Dana Operasional Sekolah (BOS) yang merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dana BOS ini telah bergulir sejak tahun 2005 yang lalu. Dengan adanya program ini, diharapkan mutu pendidikan dapat ditingkatkan sehingga kwalitas manusia Indonesia dapat meningkat pula.

Tepat jam 8.30 wita (9/12) bertempat di lantai 3 kantor bupati Sumbawa. Dalam sambutan yang disampaikan oleh kepala Dinas Diknas Kab. Sumbawa Drs. H. Hasan Basri, bahwa pelatihan dana BOS akan dilaksanakan secara bertahap dengan 6 gelombang untuk SD/MI dan SMP/MTs se-Kab. Sumbawa. pelaksanaannya dari tanggal 12 september sampai dengan 1 oktober 2011. Pelaksanaannya pun dilaksanakan di 3 lokasi yang berbeda, yaitu di hotel Sutan, hotel Pariangan dan hotel Cendrawasih Sumbawa Besar. Tambahnya lagi, pada tahun pelajaran 2010/2011 selain Bantuan Operasional Sekolah yang berasal dari pusat pemerintah daerah juga telah menganggarkan BOS daerah yang bersumber dari APBD diperuntukkan kepada 12 ribu orang tahun (utk SD). Dan harapan yang sama juga agar pada tahun pelajaran 2011/2012 ini anggaran tersebut harus dimasukkan ke APBD kab. Sumbawa.

Pelatihan ini diikuti oleh 496 kepala sekolah, 496 Bendahara sekolah dan 496 perwakilan komite sekolah masing-masing baik SD/MI maupun SMP/MTs se kabupaten Sumbawa. nara sumber berasal dari Dinas Diknas kab. Sumbawa dan kementrian agama yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan TOT tahun 2011.

Kegiatan ini juga dibuka secara resmi oleh bupati sumawa (Drs.H.Jamalauddin Malik). Dalam sambutannya bupati Sumbawa mengatakan “kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan karena masih terdapat temuan pelanggaran dalam pengelolaan dana BOS di sekolah. Pelanggaran semacam ini besar kemungkinannya bisa terjadi karena ada kepala sekolah maupun pengelolah dana BOS yang belum mengerti tentang cara yang baik dan benar dalam mengelolah dana BOS. Begitu juga dengan komite sekolah dan masyarakat belum diberikan akses yang layak untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan bantuan BOS ini.

Bapak bupati juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini jangan sampai menjadi kegiatan yang sifatnya normatif dan formalitas saja. Kegiatan ini harus menjadi pemacu semangat kita semua untuk meningktakn kwalitas pendidikan. Terutama dengan hadirnya unsur stakeholder (komite) supaya masyarakat dapat menakses informasi bos. Sehingga dana BOS nantinya ini bisa dikelola dengan efketif dan efisien sehingga sampai ke sasaran yang kita hendaki.

Jangan lagi ada pengelolaan dana dari pemerintah (DAK, DEKON TERMASUK BOS dlll) yang dalam pengelolaan atau penyalurannya melibatkan unsur-unsur pegawai diknas yang sengaja campur tangan, dengan harapan nantinya ada pembagian hasil dengan kepala sekolah atau pengelolah,seperti yang disamnpaikan kepada kepala dinas diknas kabupate Sumbawa. karena anggaran (BOS dll) sifatnya adalah swakelolah. Untuk itu, diperlukan akses yang luas bagi masyarakat guna mengawasi dan bisa berpartisipasi dalam pelaksanaan dana BOS. Ini akan menjadi tugas dan tanggungjawab kepala sekolah untuk membangun komunikasi yang elegan dengan stake holder sehingga peningkatan mutu penidikan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Kepala sekolah juga harus mampu meningkatkan kemampuan-kemampuan manajerial dan teknis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Jul : gempar